NAMA : ROKHANAH
TTL : KENDAL, 9 JULI 1992
ALAMAT : NOLOKERTO 02/05 KALIWUNGU KENDAL
NIM : 116014078
UNIVERSITAS WAHID HASYIM SEMARANG JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS AGAMA ISLAM
JUDUL : EFEKTIFITAS PENERAPAN MODEL TALKING STICK DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM SISWA KELAS VII DI MTS USWATUN HASANAH SMG
Dalam penerapan metode Talking Stick
ini, guru membagi kelas menjadi kelompok-kelompok dengan anggota 5 atau 6 siswa
yang heterogen. Kelompok dibentuk dengan mempertimbangkan keakraban,
kecerdaasan, persahabatan, atau minat yang berbeda. Metode ini cocok digunakan
untuk semua kelas dan semua tingkatan umur.
Langkah-Langkah Metode Talking Stick
1)
Guru
menyiapkan sebuah tongkat yang panjangnya +20 cm.
2)
Guru
menyiapkan materi pokok yang akan dipelajari, kemudian memberikan kesempatan
para kelompok untuk membaca dan mempelajari materi pembelajaran.
3)
Siswa
berdiskusi membahas masalah yang terdapat di dalam wacana.
4)
Setelah
siswa selesai membaca materi pelajaran dan mempelajari isinya, guru mempersilakan
siswa untuk menutup isi bacaan.
5)
Guru
mengambil tongkat dan memberikannya kepada salah satu siswa, setelah itu guru
member pertanyaan dan siswa yang memegang tongkat tersebut harus menjawabnya.
Demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa mendapat bagian untuk menjawab
setiap pertanyaan dari guru.
6)
Guru
memberi kesimpulan
7)
Guru
melakukan evaluasi/penilaian
8)
Guru
menutup pembelajaran
NAMA : MUSTAOFIYAH
TTL : KENDAL, 15 OKTOBER 1992
ALAMAT : NOLOKERTO 02/01 KALIWUNGU KENDAL
UNIVERSITAS WAHID HASYIM SEMARANG JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS AGAMA ISLAM
JUDUL : PENERAPAN METODE MAKE A-MATCH DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR AQIDAH AKHLAQ PADA SISIWA KELAS VIII MTs USWATUN HASANAH SMG
Make A-Match
Model pembelajaran Make A-Match artinya model
pembelajaran mencari pasangan. Setiap siswa mendapat sebuah kartu bisa soal
atau jawaban, lalu secepatnya mencari pasangan yang sesuai dengan kartu yang ia
pegang. Suasana pembelajaran Make A-Match akan riuh, tetapi sangat asik
dan menyenangkan.
Langkah-langkah metode Make A-Match sebagai
berikut
a. Membuat pertanyaan yang sesuai dengan
materi yang dipelajari ( jumlahnya tergantung tujuan pembelajaran ) kemudian
menulisnya dalam kartu-kartu pertanyaan.
b. Membuat kunci jawaban dari
pertanyaan-pertanyaan yang telah dibuat dan menulisnya dalam kartu-kartu
jawaban. Akan lebih baik jika kartu pertanyaan dan kartu jawaban berbeda warna.
c. Membuat aturan yang berisi penghargaan bagi
siswa yang gagal (disini, guru dapat membuat aturan ini bersama-sama dengan
siswa).
d. Menyediakan lembaran untuk mencatat
pasangan-pasangan yang berhasil sekaligus untuk penskoran presentasi.
e. Guru menyampaikan materi atau memberi tugas
kepada siswa untuk mempelajari materi dirumah.
f. Siswa dibagi ke dalam dua kelompok,
Misalnya kelompok A dan kelompok B. Kedua kelompok diminta untuk
berhadap-hadapan.
g. Guru membagikan kartu pertanyaan kepada kelompok
A dan kartu jawaban kepada kelompok B.
h. Guru menyampaikan kepada siswa bahwa mereka
harus mencari atau mencocokkan kartu yang dipegang dengan kartu kelompok lain.
Guru juga perlu menyampaikan batasan maximum waktu yang ia berikan kepada
mereka.
i.
Guru meminta semua anggota kelompok A untuk mencari
pasangannya di kelompok B. Jika mereka sudah menemukan pasangannya
masing-masing, Guru meminta mereka melaporkan diri kepadanya. Guru mencatat
mereka pada kertas yang sudah dipersiapkan.
j.
Jika waktu sudah habis, mereka harus diberitahu bahwa
waktu sudah habis. Siswa yang belum menemukan pasangan diminta untuk berkumpul
tersendiri.
k. Guru memanggil satu pasangan untuk
presentasi. Pasangan lain dan siswa yang tidak mendapat pasangan memperhatikan
dan memberikan tanggapan apakah pasangan itu cocok atau tidak.
l.
Terakhir guru memberikan konfirmasi tentang kebenaran
dan kecocokan pertanyaan dan jawaban dari pasangan yang memberikan presentasi.
m.
Guru memanggil pasangan berikutnya, begitu seterusnya
sampai seluruh pasangan melakukan presentasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar